Kutelanjangi bumi jauh di pagi hari
Gunung dan pepohonan dalam siluet indah mengelilingi
Dalam gelap kau makin agung nan sunyi memanjakan petani
Dari dalam perutmu semua menggantungkan diri
Kemurahanmu juga keibuanmu tak bisa kupungkiri
Untukmu kuhanya bisa haturkan sujud sepenuh hati

Kuhirup angin kehidupan dengan rindu yang dalam
Hembusanmu memijat seluruh punggung penuh dosa
Sejukmu tanpa cela, membuatku makin hina
Kuberjanji takkan kecewa sekalipun kau murka
Karena kau juga yang menghidupi semua tanpa beda
Kurangkapkan tangan kuhaturkan sebuah puja

Gerimis embun membasahi dahi kubayangkan wujudmu yang asli
Bila kau sederhana, kau adalah penghilang segala dahaga
Bila kau tiada, duniaku gersang dalam bencana
Bila kebesaranmu datang tiba-tiba, semua pasrah tanpa kata
Dalam diri kau mengalir memenuhi sanubari tanpa henti
Untukmu kubenamkan muka panjatkan doa

Pagi disibak kilau temaram di ujung pandangan
Dengan gagah kau muncul penuh kehangatan
Kau sinari bumi dari kungkungan malam
Kau bagikan api penerang dan sumber kehidupan
Cahayamu rata diterima tak ada yang lebih maupun kurang
Kuangkat wajah menengadah berterimakasih atas semua berkah

mbah uplik
04/05-06; 01:35