Disitu kosong tak ada orang sungguhan
Disitu sepi tak ada suara riang
Penuh sesak oleh orang bikinan
Hiruk pikuk diramaikan suara-suara sumbang

Tamu dan tuan rumah sibuk berdandan sejak minggu silam
Tamu dan tuan rumah mencari peran sejak minggu silam
Tetangga sebelah sibuk siapkan karangan untuk dibanggakan
Tetangga sebelah sibuk siapkan syair indah tuk dinyanyikan

Di pesta tak ada yang memerankan dirinya sendiri
Di pesta tak ada yang datang membawa kisahnya sendiri
Di pesta mereka meninggalkan dirinya sendiri
Di pesta semua kehilangan diri

Ekspresi….! kata yang mudah tapi sulit kumengerti
Kenapa sulit membawa cermin kita sendiri
Kenapa sulit menyanyikan syair kita sendiri
Kenapa sulit memerankan diri kita sendiri

Kang Paijan tak hadir, gara-gara tak bisa beli semir
Yu Paini tak datang, gara-gara tak dapat pinjaman selendang
Kang Parmo batal, gara-gara tak punya sandal
Yu Parmi sembunyi, gara-gara kehabisan minyak wangi

Pesta begitu hampa, bila tak diundang membuat kecewa
Sungguh malang mereka yang kehabisan kata-kata
Yang kehabisan cerita hanya bisa tertawa
Di pesta, semua yang hadir menjadi terlena

Gembira membara membakar seluruh jiwa
Bahagia terpancar disemua sudut yang hampa
Andai saja gembira boleh dibawa pulang
Andai saja bahagia bisa sebulan bertahan

Namun semua orang suka akan pesta
Kita selalu menantikan pesta
Mungkin kita sekali-kali ingin punya peran?
Mungkin kita sekali-kali ingin lari dari kenyataan?

Pesta oh…. Pesta….
Jadi dambaan setiap insan
Pesta oh…. Pesta….
Selalu menjadi kenangan

mbah uplik
28/04-06; 01:35