02. Programs of Nature

My grandchildren, some of you have gone through this life for a while. You should begin to wonder about how life is going. Do not be embarrassed if you have too many questions. It is good for you to have many questions. People get smarter because they all are diligent to learn. Why are they diligent to learn? Because they all have a great sense of curiosity. Why do they…

Read More

01. Phenomenon of Light and Darkness

My grandchildren, almost all the teachings taught by the ancestor on this earth lead to the path of light. And these ancestors taught none other than to provide life guidance for the children they love for all of us always be on the right way of life. The way of life that brings us all to glory and happiness. Since His purpose is clear, that is to lead all of…

Read More

02. Tengah Malam

Kampret segera menuju samping rumah. Sambil menghisap rokok dalam-dalam, dia mulai mondar-mandir. Seolah ingin menghitung jumlah pohon di seberang sungai dalam gelapnya malam. Tenangnya malam yang hampir di puncak, sangat mengganggu pikirannya. Dia bahkan tidak bisa menenangkan pikiran yang berkecamuk barang sebentar. Seolah terlalu banyak persoalan yang berlomba ingin meloncat keluar dari kepalanya. Saat rokok yang dihisapnya hampir separuh, dia mulai bisa mengendalikan dirinya. Pelan-pelan dia merasakan sentuhan angin dingin…

Read More

01. Awal Malam

Bulan Agustus baru berjalan setengahnya, udara dingin sudah menusuk tulang sejak sore. Orang-orang yang sudah berumur, mulai was-was akan kambuhnya rematik dan segala macam penyakit. Dinginnya malam menjadi alasan bagi beberapa orang untuk tetap berada dirumahnya masing-masing, membuat malam ini menjadi semakin sepi. Terutama di desa lereng bukit, seperti desa Ledok Geneng. Di ujung timur desa yang sunyi ini, berdiri sebuah rumah dengan ciri khas jawa, yang tidak terlalu besar…

Read More

02. After Midnight

Kampret rose and went to the other side of the house. He lit a cigarette and started walking to and fro, as if wishing to count the number of trees across the river in the bleak of the night. The silence of the night, as it was reaching midnight, troubled him deeply. He couldn’t even calm his raging thoughts for a single second, as if there were too many problems…

Read More

01. The Beginning of The Night

The month of August was already half-spent. Cold breeze, gently blowing in this early evening, pierced through the marrows. Elderly folks began to worry of another jolt of rheumatism and all sort of ailments. The coldness of the night gave enough reason for some people to stay indoors, spreading silence further into the night. Especially on a hillside village like Ledok Geneng Village. On the east end of this tranquil…

Read More

02. Program Alam

Cucuku, kalian semua sudah menjalani hidup ini agak lama, sudah semestinya kalian mulai bertanya-tanya tentang bagaimana hidup ini berjalan. Jangan malu kalau kalian memiliki terlalu banyak pertanyaan. Banyak pertanyaan itu malah bagus. Orang-orang itu bisa pintar, karena mereka semua rajin belajar. Mengapa mereka rajin belajar? Karena mereka semua punya rasa ke-ingin-tahuan yang besar. Mengapa mereka ingin tahu? Karena mereka belum tahu. Strukturnya menjadi jelas bukan? (1) belum tahu. (2) ingin…

Read More

01. Fenomena Terang dan Gelap

Cucuku, hampir semua ajaran yang sudah dituturkan oleh para leluhur di muka bumi ini, mengarah pada jalan terang. Dan beliau mengajarkannya, tidak lain adalah untuk memberikan tuntunan hidup bagi anak cucu yang mereka cintai. Agar selalu berada pada jalan hidup yang benar. Jalan hidup yang membawa kita semua pada kemuliaan dan kebahagiaan. Karena tujuan beliau sudah jelas, membawa kita semua pada jalan hidup yang terang, maka Beliau semua mengajarkannya segamblang…

Read More

Perspektif

De Mo: Selamat pagi Nduk Karsi: Selamat pagi Pak De, terlalu pagi tepatnya. Kok tumben sepagi ini pak De? De Mo: He he he……. Hari sabtu, sedang malas sendirian di rumah. Siapa tahu ada inspirasi di warungnya nduk Karsi. Karsi: Aneh! Mencari inspirasi kok di Warung. De Mo: Loh… warung kan tempat nongkrong yang selalu up-to-date, to? Untuk urusan seputar gosip? Sejak jaman dahulu kala kan begitu. Makanya ada istilah…

Read More

Kehormatan

Dengan muka masam, Mbilung menumpuk barang dagangannya yang masih sisa di samping tumpukan kain batik. Sementara pamannya Togog, sudah asyik menikmati secangkir kopi di teras dengan muka cerah seperti biasa menghisap dalam-dalam rokok 76-nya. Dari sudut mata kirinya, dia menangkap raut muka keponakannya yang penuh dengan kejengkelan. Karena rasa sayang-nya kepada Mbilung, dia tidak tega melihat keponakannya dalam kesedihan, serta merta dia memanggilnya. Togog: Mbilung, basuh muka dan kakimu kalau…

Read More