Cucuku, kebohongan adalah salah satu dari beberapa tindakan atau perbuatan tidak baik yang dilakukan dengan ucapan. Memang kejahatan fisik lebih punya efek yang nyata daripada tindakan tidak baik dengan ucapan. Namun demikian, pada keadaan tertentu tindakan ini akan memiliki dampak yang lebih besar. Karena ucapan atau berita yang keliru, bisa memicu sebuah peperangan. Sekarang mereka menggunakan media masa untuk memberikan informasi-informasi yang keliru atau sengaja dibuat keliru dengan maksud-maksud tertentu. Untuk itu kalian juga harus waspada dalam menerima informasi tersebut. Agar tidak percaya membabi buta atas apa yang ada di media masa. Baiklah mari kita kembali lagi pada pokok masalah kita, yaitu kebohongan.

Yang kakek maksud dengan ‘kebohongan’ itu adalah “Mengucapkan Ucapan Yang Tidak Benar”.

Kalian semua harus mulai melatih untuk ‘Tidak mengucapkan ucapan yang tidak benar’. Saat kalian berada dalam sebuah kelompok atau sebuah komunitas. Di dalam lingkungan sanak keluarga dan masyarakat, kalian akan menjadi orang yang terpercaya karena kalian selalu mengatakan yang sebenarnya. Apabila sekali saja kalian mengatakan ketidak benaran, atau melakukan kebohongan, maka tidak ada seorangpun dalam komunitas atau kelompok di lingkungan kalian, yang percaya pada setiap perkataan kalian.

Seorang yang terpercaya, akan selalu dihormati dalam setiap kelompok dan lingkungannya. Dan pada saat seseorang tidak medapatkan kepercayaan, seolah menjadi orang yang tidak berguna dalam kelompoknya tersebut. Demikianlah keuntungan menjaga ucapan benar cucuku.

Agar kalian bisa terhindar dari berkata tidak benar, kalian harus tahu penyebabnya. Mengapa orang melakukan kebohongan-kebohongan itu? Bukankah semua orang sudah tahu kalau kebohongan itu tidak baik? Lalu mengapa orang-orang masih tetap melakukan kebohongan ini? Dengarkan baik-baik, kakek hanya tahu beberapa hal. Mengapa orang-orang melakukan kebohongan demi kebohongan. Harapan kakek, saat kalian tahu penyebabnya, kalian bisa menghindari kebohongan itu.

 

Berbohong karena serakah

Cucuku, sebagian besar kebohongan itu dilakukan karena faktor keserakahan. Karena ingin menguasai atau memiliki sesuatu yang bukan haknya, seseorang mengatakan yang tidak sebenarnya. Orang tersebut akan mengatakan yang tidak sebenarnya tentang kepemilikan atas suatu benda. Dia bisa mengatakan tidak benar tentang jumlah suatu benda. Dia bisa mengatakan tidak benar tentang ukuran, berat, atau kualitas atas suatu barang untuk keuntungan pribadi atau untuk kepentingan golongannya.

Karena keserakahan, orang-orang berlaku tidak jujur. Kenapa orang bisa serakah atau punya perilaku yang demikian? Tidak lain, karena orang-orang tersebut punya keinginan yang berlebihan. Untuk mengurangi perilaku tidak jujur ini, atau bahkan menghilangkannya, maka kalian haruslah hidup dalam kesederhanaan. Janganlah mengumbar keinginan kalian. Keinginan yang tidak terkendali, akan menyeret kalian ke situasi seperti ini.

Kelihatannya, sisi moralitas pada ‘Ucapan Tidak Benar’ ini adalah sepele cucuku, namun perilaku ini memiliki banyak samaran seperti contoh diatas. Dan dalam tingkatan tertentu dia berubah menjadi bentuk-bentuk lain seperti penipuan dan klaim atas hak milik dan hak guna. Kalian tentu pernah melihat atau mendengar demikian banyaknya kasus di pengadilan yang mencoba menyelesaikan masalah-masalah ini. Urusan penguasaan lahan sepihak, atau bahkan sekarang ada kasus hak mengasuh sang anak. Bukankah hal yang pada awalnya kalian anggap sepele ini bisa membuat orang menderita sepanjang hidupnya?

Karena keserakahan, orang juga melakukan kebohongan untuk mendapaktan jabatan, kedudukan, pangkat, nama baik, sanjungan dan kehormatan. Inilah bentuk-bentuk yang samar, karena ingin dirinya dikagumi atau disanjung, orang mengatakan apa yang tidak sebenarnya. Agar kalian semua tidak terperosok di jalan ini, kalian harus ingat bahwa kehormatan tidak bisa kalian cari!

Tapi kehormatan itu adalah hadiah! Kehormatan itu akan datang kepada kalian karena perbuatan dan perilaku kalian. Kalau pada akhirnya tidak ada seorangpun yang menghormati kalian, itu bukanlah salah mereka atau salahnya dunia ini bergerak cucuku. Tapi itu adalah salah kalian sendiri. Demikianlah dunia ini berjalan. Dunia ini tidak berjalan sesuai keinginanmu! Tapi natural demikian, kalian suka atau tidak, dunia berjalan seperti itu. Masih ingat bukan?

 

Berbohong karena kebencian

Sebab berikutnya, mengapa orang melakukan kebohongan adalah di dorong oleh ‘Kebencian’ atau rasa tidak suka terhadap orang lain. Cucuku, kadar dan bobot dari kebohongan semacam ini, lebih tinggi nilainya dari pada kebohongan yang disebabkan oleh ‘Keserakahan’. Karena bentuk kebehongan yang demikian, selalu diikuti oleh niat jahat.

Cucuku, karena perasaan tidak suka, orang mengucapkan kata-kata yang tidak benar dengan tujuan untuk menyakiti orang yang bersangkutan. Kebohongan-kebohongan jenis ini, adalah kebohongan dengan niat jahat karena ingin menyakiti dan merusak hidup orang lain. Kakek berharap, kalian semua jangan sampai terjerumus ke dalam kondisi ini. Agar situasi yang demikian tidak terjadi, kalian harus terus melatih dan mengembangkan cinta dan kasih kalian kepada sesama orang.

 

Berbohong karena ketidak-tahuan

Sebab yang lain lagi, orang-orang melakukan kebohongan adalah karena ‘Ketidak Tahuan’. Ada orang yang memiliki keyakinan keliru atau pandangan keliru. Orang ini mengucapkan kata yang tidak benar karena dia tidak tahu kalau apa yang diceritakannya itu tidak benar. Bobot dari ucapan tidak benar yang ini tidaklah berat. Karena tidak diikuti oleh keserakahan maupun kebencian. Hanya karena mereka tidak tahu kebenaran tentang sesuatu, orang ini menceritakan hal-hal yang tidak benar.

Cucuku, untuk menghindari kejadian ini, kalian harus selalu belajar dan menambah wawasan. Apakah itu dari buku-buku, atau belajar pada mereka yang bijaksana. Kalian juga bisa mempertajam penyelidikan dan melatih pandangan kalian untuk bisa melihat segala sesuatu sebagaiamana adanya. Harapan kakek, jawablah tahu, kalau kalian memang benar-benar tahu jawaban atas pertanyaan itu. Dan jawablah tidak tahu kalau kalian memang tidak tahu jawaban atas pertanyaan itu.

Cucuku, dalam setiap kelompok masyarakat, mereka berkumpul atas perasaan saling percaya. Mereka akan berkumpul karena landasan kepercayaan. Mereka percaya bahwa seluruh anggota kelompok akan selalu mengatakan semua hal yang sebenarnya. Dorongan inilah yang selalu membuat mereka berkelompok dan berkumpul. Karena sebab-sebab ini, maka apabila kalian mengucapkan kata yang tidak benar, kalian secara langsung akan menyakiti perasaan seluruh kelompok itu. Akibatnya, selain kalian tidak dipercaya oleh mereka, kalian bisa dikucilkan dan tidak dilibatkan pada masalah-masalah penting.

Kebohongan juga merupakan ‘ilusi’ unik yang bisa menjebakmu dalam kekacauan. Contohnya demikian, apabila kamu melakukan kebohongan terhadap seseorang atau kelompok, maka kamu pasti terus berhati-hati agar kebohonganmu itu tidak diketahui oleh orang lain. Tahukah kamu berapa energi yang kamu pakai untuk mengawasi lidahmu agar tidak keceplosan, yang dapat membongkar kebohonganmu?

Dan apabila kamu curiga setelah melihat gelagat kebohonganmu itu terbongkar, maka kamu akan bersusah payah membuat cerita baru untuk menutupi kebohongan pertama tadi. Menegaskan dengan cerita-cerita yang disusun rapi agar cerita yang pertama tampak meyakinkan. Dan seterusnya sampai kalian tidak ingat lagi kebohongan yang pertama tadi apa. Setelah menciptakan kebohongan yang pertama, maka kebohongan-kebohongan berikutnya pun akan mengikuti, yang nantinya akan menjebakmu ke dalam penjara kebohongan.

Bagaimana caranya agar kalian bisa keluar dari masalah ini? Jawabnya adalah ‘Tidak Ada Jalan!’ Inilah yang kakek sebut sebagai ilusi unik dari kebohongan. Perihal yang kalian anggap sepele tadi bisa menjeratmu ke dalam kurungan tanpa jalan keluar.

Orang-orang bodoh merasa dirinya hebat, karena telah bisa memanipulasi orang lain bahkan seluruh kelompok dengan kata-kata manisnya. Dia merasa paling unggul dikelompoknya, karena bisa membuai dan mengatur kelompoknya dengan kata-kata yang tidak benar. Dia merasa punya otak yang cemerlang, karena kecerdasannya merangkai kalimat yang terpercaya. Namun, mereka orang-orang yang sudah melihat ‘Sang Jalan’, akan tersenyum atas kedunguan orang-orang yang demikian. Karena tanpa disadarinya, orang tersebut akan terperosok makin dalam di lubang kebohongan.

Cucuku, ‘Kebohongan’ bukanlah perihal yang sepele! Kalian semua harus ingat itu. Berhati-hatilah dalam berbicara. Sekali lagi kalau kalian ditanya, ‘apakah kalian tahu tentang suatu hal?’. Apabila kalian tahu, jawablah ‘Saya tahu’. Kalau kalian tidak tahu, jawablah ‘Saya tidak tahu apa-apa’. Jangan malu mengatakan ‘tidak tahu apa-apa’. Ingat, kalian semua masih belajar. Jadi wajar kalau tidak tahu tentang sesuatu. Seperti juga kakek yang masih terus belajar. Masih banyak dan terlalu banyak bahkan yang kakek tidak ketahui di dunia ini. Kakek tidak pernah malu mengatakan tidak tahu apa-apa.

Nah, demikianlah uraian kakek mengenai kebohongan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi perkembangan spiritual kalian maupun perkembangan etika dalam menjalani hidup dalam masyarakat. Sekali lagi kakek pesan hati-hatilah, dan selalu menjaga kesadaran agar tenang tidak mudah ditunggangi oleh perasaan-perasaan senang dan sedih.