Cucu-cucuku, diantara kalian siapa yang sudah berkeluarga? Mudah-mudahan kalian semua selalu diliputi kebahagiaan, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum.

Sekarang, Kakek akan cerita sedikit tentang penderitaan. Bukan berarti kakek ingin menakut-nakuti kalian dalam menjalani hidup ini. Melainkan Kakek ingin mengajak kalian melihat kehidupan ini seperti apa adanya. Bukan seperti apa yang seharusnya kalian inginkan.

Misalnya saja tentang formasi tubuh kita ini yang tersusun antara tulang, daging, kulit yang disambungkan dengan jutaan syaraf. Semua sentuhan atas permukaan kulit kita, akan menimbulkan sensasi yang menyenangkan dan menyakitkan. Apabila sentuhannya itu adalah lembut, maka maka sentuhan itu menyenangkan. Dan apabila sentuhan itu keras, maka akan menimbulkan rasa sakit. Untuk itu, orang-orang sangat mendambakan belaian. Sebaliknya orang-orang akan menolak untuk dipukul.

Perlu juga kalian ketahui bahwa susunan badan kita yang ‘organik’ ini, mudah sekali sakit dan rusak cucuku. Saat kalian sudah memahami susunannya memang demikian, maka kalian akan selalu waspada dan hati-hati dalam pergerakan kalian sehari-hari. Apabila kalian salah bergerak, maka kalian akan merasakan kesakitan. Kalian juga perlu merawat tubuh ini seperlunya, agar tubuh kalian tidak cepat rusak.

Pada saat kalian sedang jatuh sakit karena penyakit, kalian tidak seharusnya menggerutu dan panik. Karena yang namanya organik ya begitu. Bakteri dan virus bahkan bisa hidup di dalam tubuh kita ini. Karena sifat parasitnya, maka badan kita akan sakit. Dan karakter susunan tubuh kita juga mudah rusak. Kena benda tajam sedikit saja, dia akan rusa dan menimbulkan rasa sakit. Dan perlu kalian ketahui semua, seluruh jaringan tubuh ini hidup, berkembang dan mengalami proses penuaan.

Dari pengertian sedikit tentang tubuh ini, kalau kalian ditawari produk anti penuaan, tinggal pergi saja. Orang-orang seperti itu sudah dilatih untuk mempengaruhi orang. Mereka sudah menyiapkan begitu banyak jawaban dari begitu banyak kemungkinan pertanyaan. Yang kakek khawatirkan bukan masalah kalian tertipu atau dirampok oleh orang-orang ini. Melainkan mental kalian yang bisa terpengaruh dan rusak. Saat kalian mulai berharap awet muda dan umur yang panjang dengan cara-cara yang aneh dan tidak masuk akal, saat itulah mental kalian sudah rusak.

Begitulah seharusnya tubuh ini berproses. Saat kalian tidak suka sakit, menolak rasa sakit, maka kalian belum memahami susunan tubuh ini seperti apa adanya. Cucuku, apabila kalian punya harapan, bahkan sampai berdo’a agar tidak menderita sakit, maka kalian termasuk rombongan orang bingung. Mengapa kakek sebut bingung? Karena keinginanmu itu sungguh aneh dan tidak masuk akal! Kalian harus tahu bahwa susunan tubuh ini tidak memungkinkan kondisi seperti itu!

Nah, kalau kalian sudah mulai memahami sedikit uraian kakek tadi, marilah kita sedikit lebih teliti lagi. Saat kalian amati, tubuh ini punya reaksi sensasi yang menyenangkan dan menyakitkan. Sensasi yang menyenangkan itu ternyata  hanyalah sedikit sekali. Sedangkan sensasi kesakitannya itu lebih banyak. Misalnya saja saat dibelai itu menyenangkan dan dipukul itu menyakitkan, maka dia menjadi berimbang.

Di luar itu, masih banyak lagi. Terlalu panas, badan akan sakit. Terlalu dingin, badan juga akan sakit. Ada virus bisa tumbuh di dalam tubuh ini, ada gatal, ada panu, kurap, jamur dan bagian-bagian tubuh ini bisa rusak dengan sendirinya. Bukankah sudah jelas, bahwa sakit itu lebih dominan ketimbang kenyamanannya?

Karena tubuh ini mengalami proses penuaan. Tulang yang keropos, gigi yang tanggal misalnya. Maka kakek menyebutnya ‘Rangkaian Penderitaan’, dan kesenangannya hanyalah bunga-bunga yang kadang-kadang saja muncul. Mengapa rangkaian? Karena penderitaan ini seolah disusun sepanjang hari dan silih berganti. Mengapa silih berganti sepanjang hari? Karena kita selalu bergerak sepanjang hari. Saat kita berhenti bergerak, maka kita akan tertidur. Dan saat tidur, kita tidak bisa menikmati kenyamanan tanpa gerak itu.

Sensasi rasa pada lidah kalian, juga demikian. Saat kalian mengecap makanan yang enak, kalian akan menikmatinya. Namun saat kalian harus meminum obat, kalian tidak menyukainya. Sekalipun kalian mempunyai makanan yang enak, kalianpun tidak bisa makan sesukanya. Karena saat kalian kebanyakan makan, perut kalianpun akan terasa sakit. Dan saat kalian terlambat makanpun perut juga sakit.

Bagaimana, apakah kalian masih nekat ingin masuk rombongan orang bingung?…. he he he….

Itu tadi uraian kakek tentang tubuh ini, apabila kalian ingin lebih detil lagi, kalian bisa mengamat-amatinya sendiri di rumah kalian masing-masing dan saat menemui hal-hal baru, kalian boleh ke sini lagi lain kali untuk membahasnya.

Cucuku, itu semua tadi hanya perihal yang berhubungan dengan tubuh dalam garis besarnya. Sedangkan penderitaan bukanlah hanya sekedar rasa sakit. Penderitaan adalah rasa tidak nyaman. Tentang apa saja! Bukan hanya sekedar rasa sakit. Reaksi ketidak nyamanan ini adalah sedih. Orang pada umumnya mudah sekali mengalami kesedihan.

Contoh kakek diatas tentang rasa sakit, hanya salah satu dari lima pintu kesedihan yang berhubungan dengan tubuh kita. Bahkan beberapa ketidak nyamanan itu, tidak ada efek sakitnya sama sekali. Misalnya saja, orang yang mengalami gangguan penglihatan. Mereka merasa kurang nyaman dan menderita.

Cucuku, penderitaan itu ternyata bukanlah hanya sekedar rasa sakit secara harafiah. Yang lebih parah adalah penderitaan mental. Karena mental kita bisa tersakiti dengan sangat mudah sekali. Mental kita ini, bisa disakiti tanpa harus bersentuhan dengan obyek fisik. Bagaimana, menarik bukan? Selanjutnya marilah kita bermain-main dengan angan-angan. Bermain-main dengan perasaan-perasaan kita. Untuk meneliti penderitaan yang satu ini.

Sekarang kakek tidak akan menguraikan tentang ke lima pintu indera kita sebagai landasan penderitaan. Karena beberapa diantara kalian sudah sering mendengarnya dari kakek. Dan juga memerlukan waktu yang panjang untuk menguraikannya. Sekarang kita hanya akan bermain-main dengan angan-angan kita saja. Tentang situasi yang bukan realita. Sekalipun demikian, sekalipun bukan nyata, rasa sakitnya bisa memilukan.

Seorang gadis yang mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada pacarnya dan tidak dibalas, akan jengkel. Saat kesabaran gadis ini bagus, dia akan mengulangi pesannya sekali lagi. Ketika kesabaranya sudah berkurang, maka dia bisa langsung menelpon sang pacar. Apabila nada di seberang tersambung dan tidak diangkat oleh sang pacar, maka gadis ini akan sewot. Saat gadis ini mengulangi lagi panggilan pada satu jam berikutnya, dua jam berikutnya dan masih tidak ada jawaban, maka gadis ini akan jengkel sekali. Pada setengah jam kemudian, gadis ini mulai menulis pesan lebih panjang dan ketus bahasanya. Setelah tidak ada jawaban, setengah jam kemudian gadis ini mulai menulis pesan lagi tapi lebih singkat. Dia mulai mengancam akan memutuskan hubungan.

Dalam contoh yang sederhana tadi, sebenarnya terjadi pergulatan yang hebat berkecamuk di kepala sang gadis ini, yang membuat gadis ini begitu jengkel. Dan semua drama pergulatan tadi hanyalah proses angan-angan belaka. Yang dilandasi oleh kekhawatiran dan ketakutan akan kehilangan pacar. Sekalipun gadis ini tidak terhubung dengan sang pacar, perasaan sedih dan jengkel bisa benar-benar nyata. Gadis ini bisa kesulitan memejamkan matanya semalam suntuk.

Seorang bapak yang baru saja pulang mengantarkan anak gadisnya di tempat kost, diinterogasi oleh sang ibu. Tentang bagaimana lingkungan kostnya, apakah tempat itu aman untuk anak gadisnya. Apakah tempatnya jauh dari kampus atau dekat dengan kampus? Apakah ada anak-anak muda yang suka nongkrong di sekitar tempat itu, dan masih banyak pertanyaan yang tidak masuk akal. Karena sang ayah juga punya kekhawatiran yang sama dengan sang ibu, sang ayah bukanya menjawab pertanyaan-pertanyaan sang ibu, malah marah-marah. Sang ibupun akhirnya diam dan tidak tertarik lagi dengan jawaban sang ayah. Yang terjadi akhirnya malah suasana yang kikuk dan serba tidak nyaman.

Keduanyapun melanjutkan aktivitas masing-masing. Namun tidak ada yang benar-benar serius dengan aktivitasnya masing-masing. Sampai saat mereka mau tidurpun, mereka tidak saling bicara. Seolah-olah mereka berada saling berjauhan. Tapi angan-angan mereka menuju titik yang sama. Yaitu tertuju pada anaknya. Kadang muncul gambaran horor terjadi pada anak gadisnya, namun dihapus lagi gambaran buruk tadi dengan gambaran yang lebih baik sambil menghibur diri. Demikianlah kedua orang tua itu tidak dapat tidur, karena sibuk memikirkan anak gadisnya yang baru kuliah di perguruan tinggi di kota besar. Sedangkan anak gadisnya di seberang sana sedang tertidur dengan pulasnya.

Nah cucuku, itu semua adalah gambaran tentang bagaimana mental kita bisa mengalami kesedihan begitu mudahnya. Bisa sedih bahkan oleh gambaran-gambaran palsu. Kalau yang palsu saja bisa membuat mental kita menderita. Maka gambaran-gambaran yang asli akan sangat mudah menghantam mental kita.

Ternyata gambaran-gambaran yang hanya palsu ini bisa membuat diri kita menderita. Menarik bukan? Nah cucuku, lalu apakah gambaran-gambaran palsu ini juga bisa membuat kita senang?

Bisa cucuku! Caranya bisa gampang, bisa juga sulit sekali. Semua rentetan pikiran itu sangat tergantung pada pemicu awal gambaran atau angan-angan kita. Apabila gambaran buruk yang muncul pertama kali, maka gambaran buruk ini membangun drama tentang segala kemungkinan buruk sampai selesai. Dan akhir dari drama tersebut selalu berakhir buruk. Sebaliknya pada saat gambaran-gambaran indah yang muncul pertama kali, maka demikian juga drama tentang keindahan mulai dibangun.

Bagian yang sulit adalah memunculkan pemicu awal yang indah. Karena semua kemunculan gambaran ini sama sekali tidak bisa dimanipulasi. Dia muncul begitu saja. Tidak ada yang menyuruh. Sehingga tidak ada semacam pilihan, yang baik atau yang buruk. Banyak orang-orang pintar menggagas teori tentang ‘Positif Thingking’ (Berpikir Positif). Menurut kakek, teori itu hanya sekedar teori manipulasi saja. Tidak akan banyak berpengaruh cucuku. Kalau kalian mempraktekannya, kalian hanya akan menipu diri sendiri dengan hasil yang tidak seberapa.

Cara maksimal yang bisa kalian peroleh adalah dengan melatih moral dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi bukan hanya pikiran saja yang dilatih untuk berpikir positif. Melainkan praktek perilaku dalam kehidupan sehari-haripun harus selalu positif.

Karena sifatnya adalah tindakan dan perilaku nyata, maka buahnyapun akan nyata pula. Apabila perilaku kalian selalu baik, maka banyak orang yang akan suka pada kalian. Bukan sekedar manipulasi pikiran belaka. Dari sinilah ketenteraman muncul. Orang yang perilakunya baik, tidak punya rasa khawatir dalam menjalani hidupnya. Dan apabila kalian semua menjalani hidup tanpa perasaan khawatir, maka ketenangan pikiranpun akan mudah terwujud. Ketenangan pikiran ini juga secara langsung akan berpengaruh positif dalam berpikir.

Sebaliknya dalam situasi tertentu, pikiran positif yang tidak didukung dengan perilaku positif akan menyesatkan penilaian kalian. Saat perilaku kalian buruk, maka kalian akan menjadi pribadi yang tidak disukai orang. Nah, apabila kalian tidak tahu bahwa banyak orang yang tidak suka dengan kalian dan kalian tetap saja berpikiran positif, maka kalian sudah salah menilai lingkungan. Akibatnya, kejadian-kejadian burukpun akan selalu mendatangi kalian.

Demikianlah cucuku, kebiasaan buruk selalu mendorong pikiran buruk kalian akan muncul dalam situasi tenang. Sebaliknya kebiasaan baik, akan mendorong munculnya pikiran baik pula. Para guru meditasi yang baik, selalu menilai moralitas muridnya sebagai prasyarat latihan meditasi. Karena disaat tubuh kalian diam dan tidak ada aktivitas, pikiran kalianlah yang berlompatan kesana-kemari seperti monyet kelaparan.

Itulah yang bisa kakek sampaikan, tentang bagaimana tubuh dan pikiran ini mengalami penderitaan dan kebahagiaan dalam porsi yang tidak seimbang. Kalau kalian sudah memahaminya, harapan kakek kalian bisa sedikit lebih bijaksana dalam menjalani hidup kalian. Saat kalian sakit, kalian tidak perlu panik. Kalau panik, kalian bisa salah menganalisa sakit kalian. Akhirnya kalianpun salah minum obat. Bukankah tindakan bodoh itu hanya akan menambah masalah kalian?

Saat kepala pusing, teliti dulu. Mungkin kalian terlambat makan, sehingga masuk angin. Efeknya bisa pusing di kepala. Obatnya, makan saja sampai kenyang, sakit kepalapun bisa hilang. Kalau perut kenyang tapi sakit kepala, mungkin pikiran kalian sedang bekerja terlalu berlebihan. Ini juga menimbulkan sakit kepala. Bila demikian, yang perlu kalian lakukan adalah tidur. Atau mungkin kepala kalian baru kejatuhan palu, kebentur tembok, pasti sakit bukan? Dan kalian tidak perlu menganalisa lagi… he he he… Jangan malah membuat analisa yang macam-macam. Kepalaku sakit mbah, mungkin saya disantet orang atau diganggu sama demit penunggu di sini. Ha.ha.ha…….. analisa kok ndak mutu.

Sudahlah kakek mau tidur dulu, kalian yang akan tidur disini, mengatur diri masing-masing ya. Jangan lupa lampunya dimatikan semua. Listriknya mahal!