Kehormatan

Dengan muka masam, Mbilung menumpuk barang dagangannya yang masih sisa di samping tumpukan kain batik. Sementara pamannya Togog, sudah asyik menikmati secangkir kopi di teras dengan muka cerah seperti biasa menghisap dalam-dalam rokok 76-nya. Dari sudut mata kirinya, dia menangkap raut muka keponakannya yang penuh dengan kejengkelan. Karena rasa sayang-nya kepada Mbilung, dia tidak tega melihat keponakannya dalam kesedihan, serta merta dia memanggilnya. Togog: Mbilung, basuh muka dan kakimu kalau…

Read More