Perspektif

De Mo: Selamat pagi Nduk Karsi: Selamat pagi Pak De, terlalu pagi tepatnya. Kok tumben sepagi ini pak De? De Mo: He he he……. Hari sabtu, sedang malas sendirian di rumah. Siapa tahu ada inspirasi di warungnya nduk Karsi. Karsi: Aneh! Mencari inspirasi kok di Warung. De Mo: Loh… warung kan tempat nongkrong yang selalu up-to-date, to? Untuk urusan seputar gosip? Sejak jaman dahulu kala kan begitu. Makanya ada istilah…

Read More

Kehormatan

Dengan muka masam, Mbilung menumpuk barang dagangannya yang masih sisa di samping tumpukan kain batik. Sementara pamannya Togog, sudah asyik menikmati secangkir kopi di teras dengan muka cerah seperti biasa menghisap dalam-dalam rokok 76-nya. Dari sudut mata kirinya, dia menangkap raut muka keponakannya yang penuh dengan kejengkelan. Karena rasa sayang-nya kepada Mbilung, dia tidak tega melihat keponakannya dalam kesedihan, serta merta dia memanggilnya. Togog: Mbilung, basuh muka dan kakimu kalau…

Read More

Galau

Cangik: Kamu itu lagi mikir apa to nduk, kok seperti orang bingung? Limbuk: Saya ini lagi galau mbok! Cangik: Galau itu apa? Limbuk: Dilema! Cangik: Halahh….. Apa maneh itu? Limbuk: Pokoke mumet! Cangik: La iya, bingung To? Terus, kenapa bisa bingung?…. Apa ikut mikirin Kapolri? Limbuk: Bukan mbok!…. Aku itu sudah tiga hari tidak di SMS sama kang Paing Cangik: Loh… la yo ganti kamu yang SMS to nduk! Limbuk:…

Read More

Kemiskinan

Matahari masih membakar padang rumput dengan teriknya, sesekali diselingi awan tipis yang berjalan satu-satu menambah panasnya hari. Kambing-kambing masih saja mengendus rumput hijau dibawah tanaman perdu yang jarang-jarang. Sesekali Parto bergumam disela-sela napasnya yang panjang setelah menyelesaikan makan siangnya sambil sesekali melirik Krama yang masih menyuapi mulutnya dengan tenang. “Kamu itu kenapa To, kok ‘unjal ambegan’ dari tadi seolah-olah sedang memikirkan bumi yang mau runtuh?” Tanya Krama setelah menelan nasinya…

Read More

Ndodok Apa Jongkok

Kampret: Orang itu duduk apa jongkok mbah? Mangun : Ora penting, yang penting itu tangannya! Kampret: Loh… maksudnya? Mangun : Gunakan matamu! Bukan otakmu!… Bukankah kamu menanyakan orang itu? Kampret: Iya Mangun : Otakmu kemana saja sampai bertanya maksudku? Kampret: Ora mudheng mbah… Mangun : Yang penting itu keseluruhan beserta prosesnya, termasuk tangannya, bukan bokongnya saja. Kalau dia pegang gergaji, berarti dia nukang, kalau dia pegang tandur, berarti dia ndaut,…

Read More