Cucuku, kalian semua sudah menjalani hidup ini agak lama, sudah semestinya kalian mulai bertanya-tanya tentang bagaimana hidup ini berjalan. Jangan malu kalau kalian memiliki terlalu banyak pertanyaan. Banyak pertanyaan itu malah bagus. Orang-orang itu bisa pintar, karena mereka semua rajin belajar. Mengapa mereka rajin belajar? Karena mereka semua punya rasa ke-ingin-tahuan yang besar. Mengapa mereka ingin tahu? Karena mereka belum tahu. Strukturnya menjadi jelas bukan? (1) belum tahu. (2) ingin tahu, (3) mencari tahu (bertanya), (4) menjadi tahu (pintar). Jadi kalian harusnya bersyukur bisa tahu pada saat kalian sedang tidak tahu. Mereka yang hidup dalam kebodohan, adalah mereka yang tidak pernah belajar. Karena mereka tidak menyadari ketidaktahuan mereka itu. Mungkin saja mereka merasa bahwa dirinya sudah pintar. Bagaimana, tidakkah kalian ingin tahu seperti apa alam ini berjalan?

Baiklah, kalau kalian sudah siap, simbah punya pengalaman sederhana, mungkin diantara kalian ada yang kurang tertarik dengan pengalaman simbah ini. Tapi dengarkan saja dulu pelan-pelan ya, setelah selesai nanti boleh protes. Cucuku, kalian semua harusnya sudah mulai belajar dewasa, belajar memikul tanggung jawab. Tidak lagi merengek-rengek memohon pertolongan pada siapa saja. Memang orang yang demikian itu akan terkesan sombong, tapi kalian juga sudah diajarkan tentang kesombongan. Kalian semua harus tetap menghormati para orang tua, kalian harus tetap menghormati teman-teman kalian semua, kalian juga harus menghormati saudara-saudara kalian dan kalau perlu menghormati siapa saja. Jadi tidak meminta pertolongan itu bukanlah kesombongan. Ini adalah jalan untuk melatih kedewasaan kalian. Karena kalian sebentar lagi punya tanggung jawab yang lebih besar dalam keluarga kalian masing-masing. Untuk itu sudah sepatutnya kalian semua memulainya untuk tidak tergantung pada orang lain.

Cucuku, ada satu pelajaran yang mungkin kalian bisa pilih dan praktekkan sebagai salah satu dari sekian banyak ajaran yang bisa menyokong kalian menuju kedewasaan. Yaitu melihat dunia dengan cara yang benar. Jangan sampai kalian punya persepsi yang keliru tentang dunia ini. Sehingga kalian bisa menapaki kehidupan kalian dengan cara yang menyenangkan. Cara melihat dunia dengan benar adalah melihat dunia seperti apa adanya. Seperti apa yang sudah berjalan. Bukan dunia seperti yang kalian harapkan. Pohon beringin yang rindang, buahnya itu kecil-kecil. Ya  memang seperti itulah kenyataannya! Tidak perlu diperbandingkan dengan semangka misalnya. Burung itu punya sayap, sehingga bisa terbang. Tapi ayam juga punya sayap, dan tidak bisa terbang. Semua yang kalian lihat beserta kejanggalannya, kalian catat saja. Biarkan seperti itu. Yang bisa kalian lakukan hanyalah menyesuaikan diri dengan semua kenyataan tersebut. Itulah yang simbah maksud dengan melihat dunia dengan benar.

Sekarang marilah sejenak kita berpikir lebih bebas, tanpa ikatan pada konsep-konsep. Kita mulai dari apa saja yang ada di sekeliling kita dulu, misalkan saja Bank. Bukankah kalian semua akrab dengan Bank? Nah, cucuku. Saat ini, bank-bank itu sesungguhnya buka selama 24 jam sehari dan 7 hari selama seminggu. Mungkin beberapa saat saja sistem perbankan ini melakukan perbaikan dan kemudian beroperasi lagi. Kalian bisa melakukan banyak transaksi, termasuk menarik uang tunai melalui ATM kapan saja. Apakah ada orang bank yang khusus menemanimu saat menarik uang tunai dan mencatatnya? Sehingga bank bisa tahu kalau uang kalian sedang berkurang? Tidak bukan? Nah semua transaksi perbankan sekarang sudah dijalankan secara otomatis oleh program komputer. Demikian juga telepon pintar yang kalian bawa sepanjang hari. Semuanya sudah menjadi otomatis, yang juga dijalankan oleh program mesin.

Ada begitu banyak mesin yang sekarang sudah diprogram secara otomatis. Mesin cetak digital misalnya. Mesin cetak ini hanya memerlukan empat warna dasar. Yaitu biru, merah, kuning dan hitam. Tapi mesin digital ini bisa mencetak begitu banyak warna, bahkan dengan gradasi yang sangat lembut. Apakah kalian pikir di dalam mesin ini ada ‘demit-demit’ yang sibuk mencampur tinta? Tidak lain, mesin ini juga dijalankan oleh program komputer. Lalu siapakah mereka yang menciptakan program-program ini? Simbah tidak perlu mencari tahu siapa saja yang mengerjakan semua itu. Sebut saja semuanya itu diprogram oleh orang-orang pintar.

Cucuku, kalau saja orang-orang ini bisa membuat program yang begitu hebat. Simbah punya keyakinan kalau alam ini juga diprogram secara otomatis dengan kualitas yang paling hebat. Termasuk kita semua para manusia, adalah bagian dari program yang ‘Maha Tinggi’. Kalau saja ciptaan manusia yang canggih itu sulit dimanipulasi, maka program alam ini sudah bisa dipastikan tidak mungkin untuk dimanipulasi.

Saat kalian sudah tidak punya saldo di rekening bank kalian, maka kalian tidak bisa merengek-rengek sampai jungkir balik di depan ATM agar ada uang yang bisa keluar dari mesin. Begitu pula saat kalian menanam biji jagung, kalian tidak mungkin mengharapkan buah durian yang akan dipetik. Demikianlah semua program tumbuhan itu berjalan, dan semua tumbuhan punya karakter dan kecenderungan untuk tumbuh berbeda-beda. Mungkin program genetika sudah maju, namun alamiah dasarnya akan tetap demikian.

Semua benda yang kita lempar ke atas, pasti akan jatuh ke bumi. Orang-orang pintar mungkin sudah bisa membuat alat untuk terbang, namun gaya tarik bumi ini harus tetap dihitung sebagai satuan tetap, saat membuat pesawat terbang. Karena alat tersebut hanyalah sekedar alat untuk melawan gaya gravitasi bumi. Bukan untuk menghilangkan gravitasi bumi. Air selalu mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah. Kemudian orang-orang pintar membuat pompa air. Apakah setelah ditemukan pompa air, sifat alamiah air ini berubah? Tentu saja tidak. Saat mesin pompanya rusak, orang-orang di bukit tetap saja akan kesulitan air.

Dalam kehidupan sosial-pun demikian, saat kalian dipuji maka muka kalian menjadi berseri pertanda senang. Sebaliknya saat kalian dicela, muka kalian menjadi cemberut. Kalau situasinya dibalik, hasilnya juga sama. Kalau kalian suka memuji orang, maka kalian akan disenangi orang. Dan apabila kalian suka mencela orang, maka kalian menjadi orang yang sangat menyebalkan. Dan bisa dipastikan, kalian akan sulit mendapatkan teman. Orang yang selalu berbuat baik akan dipuji oleh para bijaksana, sebaliknya orang yang selalu berbuat jahat, tidak akan mendapatkan pujian dari para bijaksana. Orang yang selalu berbuat kebaikan, akan menuai buah kebahagiaan dan orang yang selalu berperilaku jahat, akan menuai  buah penderitaan.

Itu semua adalah program-program alam cucuku. Ingat baik-baik, kalian tidak perlu repot-repot mempercayai bualan simbah. Kalau kalian mau percaya,  ya begitulah hukum-hukum itu berjalan. Kalau kalian tidak percaya, hukum-hukum itu ya akan tetap seperti itu. Kalau kalian cerdas, lebih baik dibuktikan saja, karena kalian sudah dewasa, janganlah terlalu percaya tentang apa yang simbah sampaikan. He he he….

Besok pagi matahari akan terbit dari timur. Dan simbah juga tidak akan memaksa pada kalian untuk mempercayainya, karena memang demikianlah yang terjadi. Kalian mau percaya juga akan terbit dari timur, tidak percaya juga akan tetap terbit dari timur. Karena begitulah alam ini berjalan. Semua isi alam ini berjalan dan berputar secara terus menerus, ada yang teratur ada yang kurang teratur. Tugas kita hanyalah mengamati dan mencatatnya untuk dijadikan petunjuk dan pedoman bagi kita semua untuk menjalani hidup ini.

Cucuku, ketentraman, kenyamanan bahkan kebahagiaan harus kita wujudkan dengan perjuangan yang keras. Tanpa kecerdasan yang cukup, kalian akan kesulitan mewujudkan kebahagiaan ini. Beberapa ajaran terkesan mudah untuk dipahami, tapi saat ajaran-ajaran ini mulai dipraktekkan, banyak diantara kita yang jungkir balik tanpa hasil. Misalnya saja pesan simbah yang sederhana ini. “Untuk mencapai ketentraman, kalian harus menyesuaikan diri dengan alam”. Begitu mudah bukan? Hanya menyesuaikan diri! Tapi cucuku, kalau kalian ingin mempraktekkannya, kalian harus mengusahakannya dengan sangat seruis dan hati-hati.

Pertama-tama kalian harus mempelajari alam. Mulai dari hukum-hukum yang mengaturnya, sampai pada hubungan setiap komponen alam. Termasuk kita dan para hewan adalah bagian dari alam tersebut. Berikutnya, kalian harus paham dengan apa yang simbah maksud dengan ‘Menyesuaikan’. Seluruh gerak badan dan pikiran kalian, harus sesuai. Tidak boleh berlawanan.

Pada saat kalian tamasya ke pegunungan, kalian harus membawa jaket. Karena pegunungan itu dingin. Bukan gunungnya yang dingin, melainkan ketinggianlah penyebab suhu menjadi dingin. Demikian pula kalau kalian berpergian jauh, ke negara yang jauh dari khatulistiwa. Kalian juga harus membawa jaket, karena semakin jauh tempat itu dari khatulistiwa, udaranya semakin dingin.

Proses membeku, mencair, memuai, mengembun dan sebagainya juga proses alam cucuku. Kalian tidak perlu repot-repot membaca mantra agar daging beku dari kulkas bisa lembek. Cukup didiamkan di atas meja saja, maka daging itu akan lembek dengan sendirinya. Saat pakaian kalian basah, sumpah serapah juga tidak akan bisa membuat pakaian tersebut menjadi kering. Alam berproses sesuai hukum alam. Mereka memiliki siklus yang mengatur keberlangsungan mereka sendiri. Biarpun hujan sepanjang tahun membasahi bumi, seluruh airnya akan tumpah ke laut. Dan laut tidak akan pernah penuh. Itulah alam cucuku.

Bagaimana? Apakah kalian sudah mulai ada bayangan sedikit tentang semua yang simbah sampaikan tadi?

Intinya, semua yang kita lalui dalam hidup sehari-hari itu adalah otomatis, termasuk proses alam itu sendiri. Kalau kalian tidak punya uang, ya bekerja. Mungkin minta uang sama orang tua, ha ha ha…….. boleh juga, kalau kalian punya orang tua yang kaya. Tapi kalau terus-terusan, apa kalian tidak malu? Bukankah kalian juga akan dewasa? Akan punya anak, lalu kalian juga akan tua!

Cucuku, ingat baik-baik, janganlah bergabung dengan rombongan orang bingung. Rombongan orang bingung ini punya cara yang berbeda dalam menjalani hidupnya. Mereka menjalani hidupnya tidak mau menyesuaikan dirinya dengan alam! Melainkan menuruti keinginannya pribadi. Pada saat hujan turun di pagi hari, orang-orang ini akan menggerutu. Mereka tidak setuju hujan turun di pagi hari, karena mereka akan berangkat bekerja. Mereka lebih suka mengerjakan pekerjaan ringan dan mudah, tapi jengkel setiap menerima uang gaji yang sedikit. Mereka bahkan bisa marah saat tertimpa penyakit. Bukankah manusia itu memang serba sakit? He he he…….

Pendek cerita apa saja yang terjadi di dunia ini, asalkan tidak sesuai dengan kehendak mereka, maka semua itu sudah pasti keliru. Misalkan saja keadilan! Mereka membuat ‘versi’ tersendiri tentang keadialan ini. Apa saja asalkan membuat mereka senang, sudah pasti itu adalah keadilan. Dan apa saja, asalkan mereka belum senang, maka mereka belum mendapatkan keadilan itu. Dan mereka akan terus menuntut keadilan yang sesuai dengan keinginannya itu sampai terpenuhi. Yang menggelikan cucuku, orang-orang ini, memiliki keinginan yang banyak sekali. Dan mudah sekali keinginannya itu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Hanya menuruti sekehendak hatinya sendiri.

Kalian yang masih menuruti keinginan pribadi, yang masih sulit  menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi di sekeliling kalian, mulailah untuk belajar dan mempraktekkannya sedikit demi sedikit. Kalau tidak, simbah pastikan kalian akan terus hidup dalam penderitaan. Kalian akan terus merasakan ketidak puasan di dalam menjalani hidup ini. Karena memang demikian, alam bergerak sendiri-sendiri, orang-orang di sekeliling kalian juga punya kehendak sendiri-sendiri. Tidak bisa kalian mengatur keinginan orang lain, kalau itu yang kalian lakukan, maka kalian sudah melanggar hak orang lain tersebut.

Demikianlah uraian simbah tentang proses alam yang otomatis. Mereka bergerak sesuai hukum mereka sendiri, menjalankan siklus mereka sendiri. Kalau kalian benar-benar mengerti dan mempraktekkan pesan simbah, kalian tidak akan mengeluh pada masa kapanpun. Kalian tidak akan merasa sedih di manapun. Karena kalian selalu bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bukan harapan-harapan kosong agar keadaan dan lingkungan mendadak berubah sesuai keinginan kalian.

Mudah-mudahan, kalian semua bisa cepat dewasa, cepat ‘tanggap’ pada perubahan-perubahan lingkungan kalian. Dan terus bertambah cerdas sejalan dengan pertambahan umur kalian. Jagalah lingkungan kalian, maka lingkungan itu akan memberikan kenyamanan dan ketenteraman bagi kalian semua.